Alasan Skor Kebebasan Berekspresi Paling Rendah dalam Laporan Indeks HAM SETARA

1 month ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

LAPORAN indeks Hak Asasi Manusia atau HAM yang dirilis SETARA Institute kembali mencatatkan indikator hak kebebasan berekspresi dan berpendapat sebagai indikator dengan capaian skor paling rendah dari 11 indikator pemenuhan HAM.

Peneliti SETARA Institute Sayyidatul Insiyah menjelaskan rendahnya perolehan skor indikator kebebasan berekspresi dan berpendapat dalam indeks HAM 2025 dipengaruhi oleh masih masifnya represi terhadap aksi massa, kekerasan jurnalis, kriminalisasi berbasis UU ITE.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Hingga intervensi terhadap kebebasan akademik yang menjadi wujud pembatasan ekspresi kritik masyarakat sipil," kata Sadiyyatul dalam rilis laporan indeks HAM 2025 di bilangan Jakarta Selatan pada Rabu, 10 Desember 2025.

Dia menuturkan, hasil studi Aliansi Jurnalis Independen atau AJI pada Maret 2025 misalnya, menyebutkan 75,1 persen dari 2.020 jurnalis Indonesia pernah mengalami kekerasan, baik berupa fisik maupun serangan digital.

Data AJI terkait kekerasan terhadap jurnalis sepanjang 1 Januari hingga 10 Desember 2025 juga mencatatkan sebanyak 82 kasus kekerasan terjadi kepada jurnalis. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan kasus kekerasan jurnalis sebanyak 73 kasus.

Lalu, Sayyidatul melanjutkan, data Amnesty International Indonesia sepanjang Januari 2018 hingga Juli 2025 juga mencatat ada 710 kasus kriminalisasi yang menggunakan pasal-pasal ujaran kebencian dan pencemaran nama baik dalam UU ITE.

Contoh lain yang turut mempengaruhi rendahnya skor indikator kebebasan berekspresi dan berpendapat, ialah pembatalan kegiatan bedah buku bertajuk "Menyingkap Tabir Kebenaran Ahmadiya" oleh IAIN Manado pada Juni 2025, hingga intimidasi terhadap band Sukatani.

"Capaian skor pada indikator kebebasan berekspresi dan berpendapat mengindikasikan rendahnya kualitas freedom of expression sekaligus masifnya upaya pengkerdilan ruang-ruang sipil," ujar Sadiyyatul.

Adapun, dari 11 indikator HAM, kebebasan berekpresi dan berpendapat hanya memperoleh skor 1,0 dalam laporan indeks yang menggunakan skala penilaian dengan angka 1 sampai 7. Angka 1 menunjukan skala pemenuhan yang rendah dan angka 7 menunjukan pemenuhan yang tinggi.

Sedangkan indikator yang memperoleh skor paling tinggi, ialah hak atas pendidikan yang menorehkan skor 4,3. Lalu, hak atas rasa aman serta kebebasan beragama dan berkeyakinan memperoleh skor tertinggi, yakni 3,2.

Hak hidup dan hak memperoleh keadilan memperoleh skor 3,1; serta hak turut serta dalam pemerintahan memperoleh skor 3,0; hak atas kesehatan 3,6; hak atas pekerjaan 3,4; dan hak atas budaya 3,2.

"Sedangkan hak atas tanah menjadi indikator terendah dalam bidang hak ekonomi, sosial, dan budaya dengan skor 1,6," ucap Sayyidatul.

Read Entire Article