Keterhubungan Ekonomi, Lingkungan, dan Pendidikan dengan Bencana Alam

1 day ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Banjir Salah Satu Akibat Kerusakan Lingkungan (Foto: M Ibnu Chazar/ANTARA FOTO)

Di awal tahun 2026, bumi kita seolah sedang menyampaikan protes terbukanya. Bencana banjir bandang Aceh dan Sumatera, longsor di Cisarua Bandung Barat, dan banjir yang mengepung daerah Bekasi dan Jakarta, semua itu bukan lagi dianggap sebagai "takdir" semata.

Fenomena ini adalah manifestasi dari kegagalan sistemik dalam menyelaraskan ambisi ekonomi dengan daya dukung ekologi. Di tengah situasi ini, muncul kebutuhan mendesak untuk melakukan reorientasi kebijakan.

Kita tidak hanya butuh aturan ekonomi yang baru atau proteksi lingkungan yang ketat, tetapi juga sebuah jembatan besar bernama pendidikan untuk menyatukan keduanya.

Paradoks Pertumbuhan dan Kerusakan Sistemik

Selama berdekade-dekade, kebijakan ekonomi dunia, termasuk Indonesia, dipacu oleh mantra pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, pakar ekonomi peraih Nobel, Joseph Stiglitz, berulang kali memperingatkan bahwa PDB adalah ukuran yang cacat jika tidak menghitung penyusutan sumber daya alam.

"Sebuah negara bisa tampak tumbuh pesat dengan menebang seluruh hutannya, tetapi itu bukan kemajuan, itu adalah likuidasi aset," ujar Stiglitz dalam salah satu tesisnya mengenai sustainability.

Kebijakan ekonomi kita sering kali bersifat "parasit" terhadap ekologi. Kita meraup devisa dari ekspor komoditas ekstraktif, namun menghabiskan triliunan rupiah dari APBN hanya untuk menanggulangi dampak bencana yang dihasilkan oleh ekstraksi tersebut.

Landasan Ekologi dalam Perspektif Ilahiah

Kerusakan lingkungan ini sebenarnya telah lama diperingatkan dalam Ayat Suci Al-Quran yang secara eksplisit disebutkan dalam Surah Ar-Rum ayat 41:

Ayat ini bukan sekadar peringatan teologis, tetapi sebuah analisis sosiologis-ekologis. Kerusakan (fasad) yang terjadi adalah feedback loop atau umpan balik negatif dari ketidaksadaran manusia.

Dalam pandangan ekologi Islam, manusia diposisikan sebagai Khalifah fil Ardh (pemimpin di bumi) yang bertugas sebagai penjaga (stewardship), bukan penguasa yang berhak mengeksploitasi tanpa batas.

Persoalan bencana hari ini bukan sekadar masalah teknis lingkungan, melainkan bentuk pengingkaran terhadap Al-Mizan (keseimbangan) yang telah Tuhan tetapkan.

Ketika kebijakan ekonomi melampaui Qadar (kadar/daya dukung) alam, maka 'timbangan' itu akan miring dan menjatuhkan bencana bagi manusia itu sendiri."

Mengapa kebijakan ekonomi dan ekologi sulit bertemu? Jawabannya ada pada jurang pendidikan.

Selama ini, pendidikan ekonomi di sekolah dan perguruan tinggi sering kali diajarkan secara terisolasi dari ilmu alam.

Mahasiswa ekonomi diajarkan cara memaksimalkan laba, sementara mahasiswa kehutanan diajarkan cara menjaga pohon. Keduanya jarang bertemu dalam satu ruang diskusi.