Mengapa Flamingo Besar Sering Berdiri dengan Satu Kaki?

4 days ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Flamingo besar hampir tidak pernah hidup sendirian. Mereka berkoloni dalam kelompok besar, dari ratusan hingga ribuan ekor (Gambar: https://pixabay.com/photos/flamingo-phoenicopterus-roseus-3417256/)

Jika Sahabat Kumparan pernah melihat flamingo besar dari dekat, ada satu pose yang hampir selalu muncul. Tubuhnya tegak, leher melengkung elegan, lalu satu kaki terangkat rapi. Flamingo besar atau Phoenicopterus roseus seolah memahami benar bagaimana tampil ikonik di hadapan manusia. Pose satu kaki itu bukan sekadar gaya, melainkan hasil adaptasi panjang yang masuk akal secara biologis dan efisien secara energi. Di balik keindahan visualnya, flamingo menyimpan cerita evolusi yang menarik dan penuh logika alam.

Flamingo besar dikenal sebagai spesies flamingo terbesar sekaligus paling luas persebarannya. Burung ini hidup di Afrika Utara, Sub-Sahara, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Selatan. Habitat favoritnya adalah laguna air asin, danau payau, rawa garam, dan pesisir berlumpur. Lingkungan ekstrem dengan kadar garam tinggi justru menjadi rumah nyaman bagi flamingo, karena sedikit pesaing yang mampu bertahan di sana. Strategi ini membuat sumber makanan relatif aman dan melimpah.

Secara fisik, flamingo besar mudah dikenali dari kaki dan lehernya yang panjang, paruh bengkok berujung hitam, serta warna bulu merah jambu yang mencolok. Tingginya bisa mencapai 150 sentimeter dengan berat sekitar 2 hingga 4 kilogram. Kaki panjang membantu flamingo berjalan di air dangkal tanpa membasahi tubuh. Leher panjang memungkinkan paruh menjangkau dasar perairan saat mencari makan. Semua tampak berlebihan, tetapi justru sangat fungsional.

Paruh flamingo adalah contoh adaptasi yang cerdas. Saat makan, flamingo membalikkan kepalanya ke dalam air. Lidahnya bergerak seperti piston, menyedot air dan lumpur, lalu menyaringnya menggunakan lamela halus di paruh. Udang kecil, alga, diatom, dan organisme mikroskopis tertahan, sementara air dikeluarkan kembali. Teknik makan terbalik ini membuat flamingo mampu memanfaatkan sumber makanan yang diabaikan banyak burung lain.

Warna merah jambu flamingo sering dianggap aneh, bahkan eksotis. Namun, warna ini sepenuhnya rasional secara biologis. Flamingo tidak terlahir merah jambu. Anak flamingo berwarna abu-abu. Warna khas baru muncul seiring bertambahnya usia dan perubahan pola makan. Pigmen karotenoid dari alga dan krustasea, terutama Artemia salina, diolah tubuh flamingo menjadi warna merah jambu hingga kemerahan. Semakin kaya makanannya, semakin kuat warnanya.

Flamingo dengan warna lebih intens umumnya lebih sehat dan bergizi baik (Foto: Fabian S.R.)

Menariknya, warna bukan sekadar hiasan. Menurut ahli biologi perilaku, warna cerah berfungsi sebagai sinyal kualitas individu. Flamingo dengan warna lebih intens umumnya lebih sehat dan bergizi baik. Saat musim kawin, flamingo bahkan mengoleskan sekresi kelenjar uropigial ke bulu mereka, seolah memakai riasan alami. Fenomena ini pernah disebut para peneliti sebagai bentuk “make up biologis” yang langka di dunia burung.

Lalu, mengapa flamingo sering berdiri dengan satu kaki. Pertanyaan ini lama mengundang rasa penasaran ilmuwan. Penelitian biomekanik menunjukkan bahwa berdiri satu kaki justru lebih stabil dan hemat energi bagi flamingo. Struktur sendi dan otot kaki memungkinkan posisi terkunci secara pasif. Artinya, flamingo tidak perlu mengerahkan banyak tenaga otot untuk tetap berdiri. Secara mengejutkan, posisi satu kaki lebih santai dibanding dua kaki.

Selain hemat energi, posisi ini juga membantu mengatur suhu tubuh. Flamingo sering berdiri di air yang lebih dingin dari suhu tubuhnya. Dengan mengangkat satu kaki, luas permukaan tubuh yang bersentuhan dengan air berkurang. Panas tubuh pun lebih terjaga. Penelitian menunjukkan flamingo lebih sering berdiri satu kaki saat berada di air atau ketika suhu lingkungan menurun. Ini menegaskan fungsi termoregulasi yang penting.

Berdiri satu kaki justru lebih stabil dan hemat energi bagi flamingo. Struktur sendi dan otot kaki memungkinkan posisi terkunci secara pasif (Foto: Fabian S.R.)

Namun, adaptasi flamingo tidak berhenti pada tubuh individual. Mereka juga unggul dalam kehidupan sosial. Flamingo besar hampir tidak pernah hidup sendirian. Mereka berkoloni dalam kelompok besar, dari ratusan hingga ribuan ekor. Hidup berkelompok memberi perlindungan dari predator, memudahkan pencarian pasangan, dan meningkatkan keberhasilan reproduksi. Suasana koloni sering ramai oleh suara khas mirip angsa yang berfungsi sebagai alat komunikasi.

Dalam urusan berkembang biak, flamingo menunjukkan kerja sama yang menarik. Jantan dan betina membangun sarang dari lumpur berbentuk kerucut. Betina biasanya bertelur satu butir. Kedua induk bergantian mengerami telur selama sekitar 26 hingga 32 hari. Setelah menetas, anak flamingo bergabung dalam kelompok penitipan besar. Meski tampak kacau, setiap induk mampu mengenali anaknya melalui suara.

Setiap induk flamingo besar mampu mengenali anaknya melalui suara (Foto: Fabian S.R.)

Flamingo bukan burung yang cepat dewasa. Kematangan seksual biasanya baru tercapai pada usia tiga hingga lima tahun. Warna bulu de...

Read Entire Article