REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada enam mahasiswa Palestina penerima Beasiswa BSMI yang telah berhasil menuntaskan pendidikan Sarjana Kedokteran (Bachelor of Medicine) di Sudan. Keberhasilan ini menandai capaian penting dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan Palestina melalui jalur pendidikan.
Kelulusan para mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi prestasi akademik personal, tetapi juga merupakan simbol ketahanan, harapan, dan komitmen kemanusiaan di tengah berbagai keterbatasan akibat konflik yang berkepanjangan. BSMI memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat sistem kesehatan masyarakat Palestina secara berkelanjutan.
Adapun mahasiswa yang dinyatakan lulus adalah Mahmoud Abdelrahim Mahmoud Hamed, Loai Majed Aoad Alqedra, Mahroos Suliman Mahroos Duhair, Mohammed Khaled Ahmed Alshaikh, Amro Jalal Amro Alimoor, Mahdi Amer Yousef Abo Amr.
Program beasiswa ini merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan BSMI dalam mendukung pembangunan generasi dokter Palestina yang profesional, kompeten, dan berorientasi pelayanan. Para lulusan diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakatnya, khususnya di wilayah terdampak krisis.
Pembina BSMI, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, SpOT, menegaskan bahwa pendidikan tenaga medis adalah fondasi utama ketahanan kesehatan suatu bangsa.
“Kami meyakini bahwa membantu pendidikan dokter adalah bentuk bantuan kemanusiaan yang paling berkelanjutan. Para lulusan ini bukan hanya memperoleh gelar akademik, tetapi membawa misi pengabdian untuk menyembuhkan, melayani, dan menghadirkan harapan bagi rakyat Palestina. Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina melalui aksi nyata di bidang kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.
Selain program beasiswa, BSMI secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif kemanusiaan, meliputi pengiriman tim medis, dukungan klinik dan rumah sakit lapangan, bantuan obat-obatan, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan di wilayah konflik dan bencana.
Momentum kelulusan ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa solidaritas antarbangsa dapat diwujudkan melalui pendidikan, kesehatan, dan kolaborasi kemanusiaan yang berkesinambungan.

4 hours ago
1


























![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Lima Hal Pelayanan Rumah Sakit Pasca Bencana Banjir, Bisa Sampai 200 Hari ke Depan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Ob22UF3PiVscQW_ZSiCWJsUyjs8=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442701/original/078133600_1765591037-Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442907/original/057180900_1765605940-WhatsApp_Image_2025-12-11_at_5.25.08_PM.jpeg)






