Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kesehatan usus menjadi salah satu kunci utama agar tubuh tetap bugar, karena hampir 70 persen sistem imun dan proses penyerapan nutrisi berlangsung di saluran pencernaan. Ketika usus kotor, pergerakan makanan melambat, racun lebih mudah menumpuk, dan berbagai keluhan seperti sembelit, perut kembung, hingga rasa tidak nyaman setelah makan bisa sering muncul tanpa disadari. Oleh karena itu, selain mengatur pola makan, kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu juga berperan besar dalam membantu membersihkan dan menyehatkan usus secara alami.
Minuman pembersih usus tidak bekerja secara instan seperti obat pencahar, tetapi membantu mendukung kerja alami pencernaan agar lebih optimal, seimbang, dan tidak mudah terganggu. Dengan memilih minuman yang tepat, usus akan lebih terhidrasi, pergerakan feses menjadi lancar, serta bakteri baik di dalamnya tetap terjaga. Berikut ini adalah berbagai jenis minuman pembersih usus yang aman dikonsumsi sehari-hari untuk membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat.
1. Air Putih Hangat
Air putih hangat merupakan minuman paling sederhana namun sangat efektif untuk membantu membersihkan usus karena mampu melunakkan sisa makanan yang mengendap di saluran cerna sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui buang air besar. Ketika tubuh terhidrasi dengan baik, dinding usus juga bekerja lebih optimal dalam menyerap nutrisi tanpa membuat feses menjadi keras atau kering.
Mengonsumsi air putih hangat di pagi hari saat perut kosong membantu merangsang gerakan peristaltik usus, yaitu gerakan alami yang mendorong sisa makanan ke arah anus. Kebiasaan ini sangat bermanfaat bagi orang yang sering mengalami sembelit karena dapat membantu “membangunkan” sistem pencernaan setelah beristirahat semalaman.
Selain itu, air putih juga membantu menyeimbangkan cairan tubuh sehingga bakteri baik di usus tetap hidup dengan baik, karena lingkungan yang terlalu kering bisa mengganggu keseimbangan mikrobiota. Dengan rutin minum air putih hangat, proses pembersihan usus berlangsung lebih alami tanpa efek samping berbahaya.
2. Air Lemon Hangat
Air lemon hangat dikenal sebagai minuman detoks ringan yang mampu merangsang produksi enzim pencernaan sehingga proses pengolahan makanan di usus menjadi lebih efisien. Kandungan vitamin C di dalam lemon juga membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus mendukung metabolisme saluran cerna.
Ketika diminum pada pagi hari, air lemon hangat dapat membantu mengaktifkan sistem pencernaan dan memicu pergerakan usus agar lebih teratur. Rasa asam alami dari lemon juga membantu meningkatkan produksi empedu yang berfungsi memecah lemak dan mencegah penumpukan sisa makanan di dalam usus.
Selain membersihkan, air lemon juga membantu mengurangi rasa kembung dan tidak nyaman setelah makan karena sifatnya yang menyegarkan dan mendukung keseimbangan pH di saluran pencernaan. Jika dikonsumsi secara rutin namun tidak berlebihan, minuman ini dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehat untuk menjaga kebersihan usus.
3. Teh Jahe
Teh jahe memiliki efek hangat yang membantu melancarkan aliran darah ke saluran pencernaan sehingga kerja usus menjadi lebih aktif dan terkoordinasi. Kandungan gingerol pada jahe juga dikenal mampu mengurangi peradangan ringan yang sering terjadi pada lambung dan usus.
Minuman ini sangat bermanfaat bagi orang yang sering merasa perut penuh, bergas, atau sulit buang air besar karena jahe membantu mengendurkan otot-otot saluran cerna sehingga pergerakan makanan menjadi lebih lancar. Dengan begitu, sisa makanan tidak mudah menumpuk terlalu lama di dalam usus.
Selain membantu membersihkan, teh jahe juga memberikan rasa nyaman pada pencernaan dan membantu mengurangi mual atau kram perut ringan. Dengan konsumsi rutin dalam jumlah wajar, teh jahe dapat menjadi minuman pendukung kesehatan usus yang alami dan aman.
4. Yogurt Drink Probiotik
Yogurt minum atau minuman probiotik mengandung bakteri baik yang berfungsi menjaga keseimbangan mikrobiota usus agar proses pencernaan berjalan optimal. Ketika bakteri baik mendominasi, penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal dan sisa makanan tidak mudah menumpuk.
Probiotik juga membantu memperbaiki tekstur feses agar tidak terlalu keras atau terlalu cair, sehingga buang air besar menjadi lebih teratur. Hal ini penting karena usus yang sehat tidak hanya tentang bersih, tetapi juga tentang keseimbangan antara cairan, serat, dan mikroorganisme di dalamnya.
Selain itu, konsumsi yogurt drink secara rutin dapat membantu menurunkan risiko peradangan ringan pada saluran cerna serta mengurangi gejala kembung dan tidak nyaman setelah makan. Dengan memilih produk rendah gula, manfaat pembersihan usus bisa diperoleh tanpa menambah beban kalori berlebih.
5. Jus Apel
Jus apel mengandung pektin dan sorbitol yang berperan menarik air ke dalam usus sehingga feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Kandungan serat larut ini membantu mempercepat pergerakan sisa makanan tanpa membuat usus bekerja terlalu keras.
Minuman ini cocok bagi orang yang mengalami sembelit ringan karena efek alaminya dalam meningkatkan frekuensi buang air besar. Dengan tekstur yang mudah diserap, jus apel membantu proses pencernaan berlangsung lebih ringan namun tetap efektif membersihkan saluran cerna.
Selain itu, jus apel juga memberikan energi alami serta membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Namun, agar manfaatnya maksimal, sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan sehingga fungsi pembersih usus tetap optimal.

16 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4939257/original/022257700_1725774273-Ilustrasi_belajar__bekerja__skripsi__begadang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241580/original/053250100_1748995770-20250604_065635.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494460/original/096934500_1770290602-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_18.05.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306557/original/080237800_1754404451-rapha-wilde-lVaySsrRcqE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5494360/original/091702400_1770285461-menkes.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494372/original/098352700_1770286064-Screenshot_2026-02-05_170605.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5232417/original/010156700_1748236312-Kanker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4891426/original/067366800_1720962009-fotor-ai-20240714195355.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493963/original/025735200_1770272821-Mengupas_rambutan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493534/original/049743600_1770258315-Gemini_Generated_Image_8yw0xi8yw0xi8yw0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348669/original/005877200_1757846984-c37326c2-35f0-4a6c-ba78-726fa3123815.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3314583/original/039336000_1606992223-bamboo-shoot-4968949_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2959728/original/030656500_1573026175-20191106-Cuci-Darah-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485885/original/000116300_1769567746-0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311660/original/048190800_1754890600-y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5202271/original/052937800_1745895114-close-up-vegetables-plant_1048944-8128371.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2895357/original/056551800_1566990854-20190828-Iuran-BPJS-Kesehatan-Naik1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493364/original/058426300_1770206117-WhatsApp_Image_2026-02-04_at_17.56.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3274899/original/039892600_1603349292-Acaraki.jpg)








![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Lima Hal Pelayanan Rumah Sakit Pasca Bencana Banjir, Bisa Sampai 200 Hari ke Depan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Ob22UF3PiVscQW_ZSiCWJsUyjs8=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442701/original/078133600_1765591037-Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436978/original/000515300_1765190212-Poster_MOJI_-_Lip6.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442907/original/057180900_1765605940-WhatsApp_Image_2025-12-11_at_5.25.08_PM.jpeg)



