Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mempercepat lima proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mendukung Gerakan Indonesia ASRI atau aman, sehat, resik, indah.
“Perlu percepatan penanganan sampah nasional dengan gerakan yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), yaitu Gerakan Indonesia ASRI,” ujar Zulhas dalam konferensi pers selepas Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Kamis.
Percepatan penanganan sampah tersebut ia wujudkan melalui percepatan pengembangan proyek PSEL di lima lokasi, yakni di Kota Bekasi, Jawa Barat; Kota Yogyakarta, DIY; Bogor Raya, Jawa Barat; Denpasar Raya, Bali; dan Legok Nangka, Jawa Barat.
Sebanyak empat proyek telah dilakukan pelelangan, yang masing-masing berlokasi di Bekasi, Yogyakarta, Bogor, dan Denpasar. Sedangkan, proyek Legok Nangka memang sudah berjalan.
Dikutip dari laman Bappeda Provinsi Jawa Barat, Legok Nangka diharapkan dapat beroperasi penuh pada 2028.
Kemudian, setelah kelima proyek tersebut, Zulhas menyampaikan akan menyusul sembilan proyek PSEL yang lokasinya meliputi Jakarta, Lampung, dan Tangerang.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas meminta kepada BRIN dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia Brian Yuliarto untuk mempersiapkan teknologi PSEL yang bisa digunakan di desa, kecamatan, maupun kabupaten, dengan kapasitas sampah 50–200 ton.
Apabila teknologi PSEL dengan kapasitas minimal pengolahan sampah sebesar 50 ton bisa terwujud, maka proyek PSEL bisa dikembangkan di wilayah-wilayah yang cakupannya lebih kecil. Teknologi PSEL yang saat ini membutuhkan sampah minimal seribu ton per hari.
“Mungkin bisa kampus-kampus kita membuat alat-alat yang dengan teknologi yang sesuai,” ujar Zulhas.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan empat wilayah aglomerasi telah melakukan proses lelang dan diperkirakan siap melakukan peletakan batu pertama memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Maret.
Dia menjelaskan terdapat 10 wilayah aglomerasi yang sudah ditetapkan untuk pembangunan PSEL dan dilaporkan oleh KLH kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan yaitu Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Rata dan Serang Raya.
Dengan empat wilayah yang sudah menjalani proses lelang untuk pembangunannya yaitu Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi.
Selain 10 wilayah aglomerasi tersebut, pemerintah juga tengah mendorong persiapan pembangunan PSEL untuk wilayah Jakarta Raya dan Bandung Raya, yang masing-masing menghasilkan timbulan sampah 8.000 ton dan 5.000 ton per hari.
Menteri Hanif menyebut kedua wilayah aglomerasi tersebut masih belum memenuhi seluruh aspek yang dibutuhkan untuk pembangunan PSEL.
Baca juga: Menko Zulhas sebut Jakarta akan miliki pembangkit listrik dari sampah
Baca juga: Wamen ESDM bidik pembangkit listrik dari sampah beroperasi mulai 2027
Baca juga: KLH: PSEL di Surabaya untuk tekan meluasnya gunung sampah TPA Benowo
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





























![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Lima Hal Pelayanan Rumah Sakit Pasca Bencana Banjir, Bisa Sampai 200 Hari ke Depan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Ob22UF3PiVscQW_ZSiCWJsUyjs8=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442701/original/078133600_1765591037-Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436978/original/000515300_1765190212-Poster_MOJI_-_Lip6.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442907/original/057180900_1765605940-WhatsApp_Image_2025-12-11_at_5.25.08_PM.jpeg)



